Home   Article   CHILDREN SEE CHILDREN DO

CHILDREN SEE CHILDREN DO

IMG_1524

IMG_1516

IMG_1512

Pada tanggal 28 Februari 2015, SDK 11 PENABUR telah mengadakan seminar parenting yang membahas tentang pola asuh orangtua. Seminar ini dihadiri oleh 86 orangtua siswa dari kelas 1-5.

keluarga adalah lingkungan sosial pertama yang ditemui anak ketika anak diijinkan untuk melihat dan menikmati dunia. hubungan anak dengan keluarga merupakan hubungan yang pertama yang ditemui anak. hubungan anak dengan orangtua dan anggota keluarga lainnya dapat dianggap sebagai suatu sistem yang saling berinteraksi. sistem-sistem tersebut berpengaruh pada anak, baik secara langsung maupun tidak, melalui sikap dan cara pengasuhan anak oleh orangtua.
Pembicara seminar, Ibu J.Rosalina Kristyanti, Ph.D mengatakan bahwa setiap anak itu unik, ketika kita mengikuti perkembangan mereka, kita akan menyadari bahwa anak-anak kita akan banyak mengalami perubahan baik pola berpikir dan bagaimana mereka akan bertindak. Untuk itu kita perlu memiliki pola asuh yang positif.

Ada 4 pola asuh:
1. Otoriter
disiplin tinggi tapi kurang kasih, biasanya orangtua lebih sering mendisiplinkan tanpa memberi pengertian mengapa anak tersebut didisiplinkan. pada beberapa anak akan menyebabkan luka hati.
2. Tidak peduli
orangtua kurang peduli pada anak, kurang disiplin dan kurang kasih.
3. Permisif
orangtua terlalu mengasihi anak sehingga jarang mendisiplinkan anak. Apapun yang dilakukan anak semua dianggap lumrah, selalu memberi dispensasi atas sikap anak yang kurang baik.
4. Bijak
Orangtua mengasihi anak tapi juga mendisiplinkan anak ketika anak bersikap kurang baik. Ini akan membetuk anak menjadi individu yang merasa dikasihi dan anak belajar untuk bertanggung jawab.

Apa yang perlu diperhatikan dalam pola asuh?
1. hindari “pempering”, anak-anak bisa melakukannya sendiri sesuai dengan tahap perkembangannya
2. hindari menjadi otoriter; mengotrol dengan kaku, orangtua selalu benar
3. mencoba membangun kesetaraan dengan trust dan hormat
4. berikan independensi dengan tanggung jawab sekaligus, sesuai dengan tahap perkembangan anak

Bagaimana dengan pola komunikasi antara orangtua dan anak ?
1. kembangkan “i message” daripada ” you message”.
2. stop mengkritik anak. ketika menegur anak, bukan karakternya yang kita tegur tapi perilakunya yang kurang baik.
3. berikan pujian dan penghargaan.
4. biasakan pertemuan keluarga. (no gadget, benar-benar waktu berkualitas, anak belajar menghargai kebersamaan dalam keluarga)
5. biasakan pertemuan “rohani”: doa bersama, persekutuan doa, dsb.

Komunikasi dalam keluarga sangat penting karena orangtua harus menjadi 1 team dengan anak. Untuk menjadi hubungan yang dekat dengan anak semua berawal dari keteladanan orangtua, tidak masalah seberapapun perbedaan umur orangtua dengan anak yang penting kesetaraan anak dengan orangtua dapat membantu orangtua untuk dekat dengan anak. Anak akan sangat senang ketika dirinya merasa bermanfaat bagi orangtuanya. Bertanyalah pada anak atau minta belajar pada anak tentang hal-hal yang kurang kita pahami, anak akan sangat senang membantu kita.

Beberapa tips untuk orangtua:
1. bantu mereka belajar menghargai proses, bukan hanya hasil, agar terhindar dari perilaku atau sikap “instant”
2. fokus pada hal-hal positif dari anak anda
3. dukung anak untuk berkembang
4. peduli pada hal-hal yang penting bagi anak anda
5. hargai setiap hal yang dicapai oleh anak

ORANG DEWASA AKAN SELALU MENJADI MODEL BUAT ANAK-ANAK.
Selamat menjadi orangtua yang bijak.

 

Share