Home   Article   Menjadi Orang Tua Tegas, Tidak Harus dengan Membentak.

Menjadi Orang Tua Tegas, Tidak Harus dengan Membentak.

Setiap orangtua pasti pernah memarahi buah hatinya terutama ketika anak membuat kesalahan yang bisa membuat jengkel. Namun terkadang orangtua memarahi anak dengan cara membentaknya. Memarahi anak dengan membentak termasuk dalam bentuk kekerasan verbal yang bisa memengaruhi psikis anak dan memiliki dampak negatif bagi anak. Berikut ini 9 dampak yang dapat ditimbulkan apabila orangtua sering membentak anaknya:

1. Menjadi orangtua yang tegas, tidak harus dilakukan dengan marah-marah dan membentak
Psikolog klinis Baby Jim Aditya mengatakan, Seperti dikutif dari detikhealt (10/09), Jika memang ingin menjadi orangtua tegas, orangtua tersebut tidak harus melakukannya dengan marah-marah dan membentak anak. Tegas bisa dilakukan dengan mengingatkan tanpa harus marah.

2. Membentak dapat merusak tumbuh kembang anak
Membentak anak ternyata memiliki efek negatif yang berat. Pakar mengatakan anak yang sering dibentak oleh orangtuanya kemungkinan besar akan mengalami gangguan tumbuh kembang.
Ketua Dewan Pembina Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, mengatakan membentak dapat merusak anak. Kerusakan yang terjadi bisa bertahan hingga anak remaja bahkan dewasa.

3. Kerusakan struktur otak pada anak
Menurut Martin Teicher, seorang profesor psikiatri di Harvard Medical School, ketika orangtua berteriak kepada anak-anaknya akan terjadi kerusakan struktur otak pada anak. Pada otak anak yang sering dibentak, saluran yang menghubungkan otak kanan dengan otak kiri menjadi lebih kecil. Hal ini mempengaruhi area otak yang berhubungan dengan emosi dan perhatian. Hal ini akan menyebabkan kecemasan, depresi, dan gangguan kepribadian, resiko bunuh diri dan aktivitas otak yang mirip dengan epilepsi.

4. Gangguan pendengaran dan kurang bisa menjadi pendengar yang baik
Agar bisa menjadi pendengar yang baik, anak tentu harus tumbuh di lingkungan yang membuatnya berpikir positif. Anak-anak akan merasa terganggu dan mengalami gangguan pendengaran ketika orangtuanya berbicara dengan nada tinggi terus menerus.

5. Anak akan meniru hal tersebut dalam kesehariannya
“Terbiasa dibentak, apalagi anak pada dasarnya tidak merasa mendapat kekerasan karena hal itu dilakukan orang terdekat seperti orangtua atau saudara, terbentuklah pemikiran bahwa membentak, memukul dan tindak kekerasan lain adalah bentuk kasih sayang,” terang psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, M.Psi, .

Akibatnya, anak akan meniru hal tersebut dalam kesehariannya. Dia jadi mudah marah, sulit mengendalikan, emosi, dan suka teriak-teriak. Sering mendapat tindak kekerasan baik verbal atau non verbal juga bisa berdampak buruk pada psikis anak.

6. Jika orangtua sering membentak anak, jantung anak akan kelelahan
Menurut dr Godeliva Maria Silvia Merry, M.Si, dokter sekaligus pengajar UKDW, Yogyakarta, denyut nadi seseorang akan berubah-ubah menyesuaikan jenis suara yang didengar.

Apa akibatnya jika orangtua sering membentak anak dengan nada tinggi? Menurut dr Silvia, jika terus-terusan terpapar suara bernada kasar atau tinggi, jantung akan terbiasa berdetak dengan cepat. Alhasil jantung akan cepat ‘exhausted’ alias kelelahan. Efek yang sama juga terjadi pada mereka yang terus-terusan mendengarkan musik berirama cepat.

7. Membentak anak yang beranjak remaja justru tidak baik
Remaja berusia 13 tahun yang kerap dibentak oleh orangtuanya ternyata memperlihatkan lebih banyak gejala depresi dibandingkan rekan-rekannya yang tidak diperlakukan sama. Hal ini dikemukakan sebuah studi baru yang dipublikasikan jurnal Child Development.

Alih-alih memperbaiki perilaku si remaja, diteriaki atau dibentak orangtua justru sebenarnya akan memperburuk perilakunya.

8. Tingkat kepercayaan anak menurun
Orangtua kerap dijadikan panutan bagi anak, sehingga tanpa disadari kebiasaan Anda akan ditiru oleh mereka termasuk kebiasaan berbicara dengan nada tinggi. Jika anak dimarahi didepan teman-temannya, hal ini tentu dapat mempertaruhkan harga diri mereka saat berada di tengah lingkungan pertemanan.

9. Anak jadi kurang inisiatif karena takut salah
Anak yang sering dibentak dan dimarahi, ia jadi kurang inisiatif karena takut salah. Ia hanya melakukan apa-apa saja yang diminta oleh orangtuanya.

sumber : http://sayangianak.com/menjadi-orang-tua-tegas-tidak-dengan-membentak-sebaiknya-hindari-ini-10-dampak-membentak-anak/

 

Share