Home   News   Fight ‘till the end with God

Fight ‘till the end with God

Sabtu, 23 April 2016, murid-murid kelas 6 SDK 11 PENABUR mengikuti Spiritual Building. 10-webKegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan Bina Iman yang diadakan bulan Oktober 2015. Tujuan dari kegiatan ini adalah mempersiapkan anak-anak kelas 6 untuk menghadapi rangkaian ujian kelulusan dari segi spiritual. Melalui kegiatan ini, anak-anak diingatkan kembali untuk tetap melakukan tugas sampai akhir dengan penuh tanggung jawab sebagai bentuk ungkapan syukur atas panggilan Allah sebagai seorang pelajar SD.

Pnt. Adi Netto K. S. Si. (Teol.), membawakan acara ini dalam 3 sesi. Pertama, sesi yang berjudul “With God We Can”. Dalam kegiatan ini anak-anak diajak untuk belajar dari seekor hewan di Kitab Amsal, yakni semut yang selalu bekerja keras dan menggunakan berbagai macam kesempatan untuk melakukan sesuatu hal yang berguna. Diakhiri dengan teladan Kristus yang juga menyelesaikan misi Allah di dunia hingga tuntas dengan kesungguhan hati.

Sesi kedua berjudul “Our Commitment”. Anak-anak diminta untuk menuliskan komitmen diri dalam mempersiapkan dan menghadapi ujian. Komitmen ini ditulis pada 2 kertas kecil. Setelah itu mereka menempelkannya di karton (ditempel di kelas) dan di balon. Acara dilanjutkan dengan penerbangan balon yang telah ditempelkan komitmen anak sebagai simbol membawa harapan setinggi langit.

Sesi ketiga ditutup dengan ibadah “Teladan Seorang Guru”. Sebelum masuk ke ruang ibadah, anak-anak terlebih dahulu diminta untuk melepas alas kaki. Ibadah dipimpin oleh Pnt. Adi. Bacaan Alkitab diambil dari Lukas 13:1-17 tentang Yesus yang membasuh kaki murid. Bacaan ini sesuai dengan materi pelajaran Pendidikan Kristiani di semester terakhir kelas 6. Pnt. Adi kembali mengingatkan bahwa kehidupan manusia ialah untuk melayani Allah. Apapun dan dimana pun mereka berada, seorang anak melakukan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai bentuk pelayanan. Sehingga anak diminta untuk memberi yang terbaik bagi Allah. Ritual “pembasuhan kaki” adalah simbol yang Kristus teladankan kepada murid-murid-Nya. Hal tersebut juga mengingatkan guru-guru, bahwa ritual pembasuhan kaki merupakan simbol pendidikan yang selalu mengingatkan guru untuk mau saling melayani melalui pekerjaan mereka dalam mengajar baik dalam suka maupun duka.

12-web                          15-web

Ibadah diakhiri dengan, momen para guru berbaris di depan anak-anak sambil membawa baskom berisi air dan handuk. Sambil diiringi lagu “Selidi Aku”, guru-guru memulai membasuh kaki anak-anak yang hadir. Berbagai macam ekspresi anak muncul mulai dari kaget, terharu, terdiam, sampai menangis. Bahkan hampir semua guru pun menangis sambil membasuh kaki anak-anak.

14-web                          13-web

Ritual ini merupakan bagian dari akhir acara sekaligus bentuk perintah yang mengingatkan siswa dan guru dalam melanjutkan tugas dan tanggung jawab mereka. Untuk apa? Untuk melayani Allah dan melayani sesama. Jangan pernah sia-siakan waktumu. Hargai keberadaan orang disekitarmu. Lanjutkanlah hidupmu, berikan yang terbaik dan layanilah Allah!

“Thanks for the support teachers, for the entire years. It was awesome, now is for our time to prove that we’re eligible to move to our next stage of life. Semangat buat teman-teman kelas 6 semua menghadapi EHB/US/UN.”

“At this moment I just sit and cry. Teacher you are the best. You teach us with patience. 11-webThank you.”

“Day 110~ waktu itu Cuma bisa duduk + nangis + gak bisa ngomong apa-apa…. Thanks a lot to the teachers. I will never forget you.” (Sumber: IG anak kelas 6)

 

 

Share