Home   News   “ Boooommmmm… “

“ Boooommmmm… “

Suara ledakan dan kilatan api memukau kami semua. Ledakan ini bukan kecelakaan, tetapi ini adalah hasil demo sains pembakaran balon yang berisi gas hidrogen (H2). Kamis lalu, aku dan teman-teman kelas 5 mengikuti fieldtrip ke Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( PP-IPTEK) yang berada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Dari pintu gerbang masuk TMII, kami dapat melihat rumah adat dari provinsi-provinsi yang ada di Indonesia dari dalam bis. Kami tak memiliki cukup waktu untuk mengunjungi semuanya. Karena di PP IPTEK banyak sekali yang harus kami pelajari.

Salah satu demo sains yang menarik adalah membuat balon mengembang tanpa harus ditiup. Hal ini dapat terjadi karena adanya reaksi kimia yang menghasilkan gas hydrogen. Pembakaran balon yang berisi gas hydrogen akan menghasilkan ledakan .

Selain itu, kami pun dapat memainkan berbagai alat peraga yang ada disana. Alat peraga yang dapat kami mainkan antara lain:

  • Alat peraga bunyi
  • Alat peraga telekomunikasi
  • Alat peraga transportasi
  • Alat peraga susunan tubuh manusia yang bisa dimainkan seperti puzzle
  • Istana cahaya, isinya berbagai alat peraga untuk fisika cahaya seperti polarisasi, polawarna dsb
  • Kotak untuk bermain sulap dimana ada bagian tempat kita bersiri, tetapi dari depan kotak hanya kepala kita saja yang terlihat.
  • Arena peneliti
  • Tsunami corner dan masih banyak lagi

gb1gb2gb5

                                                 gb7

gb6  gb3

Setelah itu, guru kami mengarahkan kami untuk menaiki bis untuk meninggalkan PP IPTEK dan menuju Keong Mas. Rasanya masih belum puas. Tapi kami juga tak bisa sangkali kalo kami ingin melihat pertunjukkan berikutnya. Akhirnya kami sampai di Keong Mas. Gedung ini benar-benar seperti keong, hanya ukurannya yang sangat besar dan bukan terbuat dari emas asli. Keong Mas adalah tempat dimana pengunjung menikmati pertunjukkan film Indonesia. Kami menonton film yang berjudul :Journey to The South Pacific. Film ini menyoroti pentingnya hidup dalam keseimbangan dengan laut dan alam kita sebagai rumah bagi kehidupan. Kita akan dibawa pada sebuah perjalanan ke tempat ajaib, dimana kita akan menemukan hiu, paus, penyu, ikan pari, dan makhluk ikonik laut lainnya. Rumah bagi lebih dari 2.000 spesies laut, eksotis lokal ini memiliki ekosistem laut yang paling beragam di bumi. Kepulauan Raja Ampat adalah salah satu surga kehidupan bawah laut dunia yang masih tersisa. Tak kurang dari 1300 jenis ikan hidup diantara 75% terumbu karang dunia yang ada di tempat ini. Di sana, dihuni oleh 5 spesies penyu laut, 57 spesies udang mantis, 13 spesies mamalia laut dan 27 spesies ikan yang hanya bisa dijumpai di Tanah Papua.

Sungguh indah alam yang Tuhan Yesus berikan untuk Indonesia. Di laut timur Indonesia, di pulau Papua, begitu banyak jenis ikan dan terumbu karang yang menghiasi bawah laut Papua. Kami mengerti, bahwa banyak masyarakat yang hidupnya bergantung dari hasil laut. Dan hasil laut yang baik sangat ditentukan oleh pertumbuhan yang baik dari terumbu karang. Karena terumbu karang merupakan tempat hidup banyak hewan laut. Dan hewan laut merupakan sumber ekonomi dari sebagian besar masyarakat Papua.

Teman-teman, taukah kalian, bahwa di Kepulauan Raja Ampat, Papua ini, terdapat pertemuan arus yang membuat laut Papua dihampiri oleh hiu paus. Bahkan di film itu, kita dapat memberi makan hiu paus tanpa harus takut akan tertelan. Ahhh seruunyaaa… Aku bercita-cita ingin berlibur kesana bersama keluargaku.

Ayooo teman-teman, kita cintai pariwisata dalam negeri kita yaahh… Ga kalah menarik kaan dengan pariwisata luar negeri … !?!!

gb4

 
    Calendar icon October 31, 2016 Category icon News

Share