Home   News   (Entry Event) WWF Talks, Project Based Learning.

(Entry Event) WWF Talks, Project Based Learning.

Pada pembelajaran Bahasa Inggris kali ini, kami menerapkan model pembelajaran berbasis proyek (Project Based learning). Dengan tema Awesome Animals, kami mencoba untuk memberi tantangan pada para siswa untuk memecahkan permasalahan satwa langka di Indonesia, dengan driving question : “How can we save endangered animals in Indonesia?” Pada proses awal pembelajaran (Entry Event), kami ingin para siswa untuk memahami permasalahan secara lebih mendalam sekaligus menyenangkan dengan mengundang WWF Indonesia sebagai narasumber dalam acara WWF talks yang diselenggarakan pada 2 November 2017.

  

Pagi itu, dengan penuh semangat para siswa kelas 3 SDK 11 Penabur Jakarta melangkah menuju aula sekolah. Acara dimulai dengan sambutan dari team WWF Indonesia yang dipimpin oleh kak Tama, kemudian dilanjutkan oleh sambutan dari ibu kepala sekolah kami tercinta Karmila S.Pd. Acara kemudian dihangatkan oleh salam canda dari kak Ryan, story teller dari WWF. Kami menyanyikan lagu-lagu ceria khas anak-anak dan mendengar cerita kan Ryan tentang sebatang pohon yang tersisa di hutan yang telah terbakar, dimana para hewan seperti orang utan, harimau sumatera, gajah, dan badak harus berlindung dari teriknya sang mentari dibalik bayangan pohon. Cerita tersebut mencoba memaparkan kenyataan pahit akan fenomena deforestasi besar-besaran yang terjadi di Indonesia yang berdampak langsung pada terancamnya kelangsungan hidup para satwa dan kekayaan hayati hutan Indonesia.

  

Sesi kedua dilanjutkan dengan workshop daur ulang barang bekas. Pada kesempatan ini para siswa mendapat kesempatan untuk belajar mendaur ulang kaos bekas menjadi tas yang menarik. Hal ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan akn semakin maraknya penggunaan tas plastik yang tentu saja tidak ramah lingkungan. Dengan menggunakan tas daur ulang ini para siswa diharapkan untuk lebih peduli pada kelestarian lingkungan disekitar mereka dengan mengurangi penggunaan plastik.

   

Pada Sesi ketiga dan sekaligus puncak acara, para siswa melakukan berbagai aktivitas menarik seperti games, water lab observation, dan pemutaran film documenter. Para siswa kelas 3 dibagi menjadi tiga kelompok (kurang lebih 72 siswa untuk setiap kelompoknya) dan secara bergiliran mengikuti berbagai aktivitas dalam Entry event PBL yang bertema Save Endangered Animals in Indonesia. Dalam ruang game, mereka diperkenalkan pada jenis-jenis satwa langka di Indonesia dengan memasukkan bola pada keranjang bergambar satwa langka. Para siswa sangat bersemangat dalam menebak dan memasukkan bola ke dalam keranjang. Selanjutnya dalam ruang water lab, mereka diajak untuk memahami tentang kualitas air dan berbagai bakteri yang ada dalam air yang kotor serta berbagai aktifitas menarik lainnya. Di ruang pemutaran film documenter, para siswa diajak untuk melihat kenyataan di lapangan dimana para satwa langka diburu, hutan hujan –rumah mereka dibakar dan ditebang oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab, serta peran perusahaan kelapa sawit dan kertas dalam menyumbang deforestasi hutan secara masal di Indonesia. Para siswa terhenyak oleh kenyataan yang menyedihkan tersebut, seakan melihat masa depan mereka yang harus menghadapi dampak deforestasi hutan hujan di Indonesia. Kak Dimas sebagai narasumber dari WWF Indonesia dalam acara pemutaran tersebut, dihujami berbagai pertanyaan berkenaan dengan film tersebut. Kak Dimas mengaku terkejut dan cukup kuwalahan menjawab pertanyaan siswa-siswi kelas 3.

Kami berharap Entry Event bersama WWF Indonesia kali ini dapat menjadi modal dan inspirasi bagi para siswa kelas 3 SDK 11 Penabur Jakarta dalam melaksanakan project mereka yang direncanakan akan dipuncakkan dalam acara Amal bagi satwa langka Indonesia  “Light Up Hope for Endangered Animals of Indonesia” pada 15 Desember 2017 nanti. Terima kasih, Tuhan memberkati.

   

 

 
    Calendar icon November 7, 2017 Category icon News

Share