Home   Article   KKO ” Ayah Mendidik, siapa takut? “

KKO ” Ayah Mendidik, siapa takut? “

Sebanyak 65 orang hadir dalam pertemuan KKO yang sudah masuk tahap ke 3. KKO level 1 pertemuan ke 3 diadakan pada hari sabtu, tanggal 25 November 2017 di aula SDK 11 PENABUR. Bapak Antonius W. Sapta, S.Psi menjadi pembicara dalam pertemuan kali ini. Beliau membawakan materi ayah mendidik dengan sangat menarik.

Beliau mengajak peserta untuk mengenang kembali sosok ayah lewat gambar, melepaskan kenangan masa lalu yang kurang baik agar kita saat ini dapat mengasuh anak dengan pola asuh yang benar dan tidak tinggal lagi dalam bayang-bayang masa lalu.

KKO kali ini membahas tentang peran ayah dalam mendidik anak. Seperti yang kita ketahui, peran mendidik anak biasanya diserahkan kepada ibu, ayah lebih sebagai penyedia kebutuhan sehari-hari.

Ayah yang datang juga diajak untuk menarikan “baby shark” tarian yang sedang booming dikalangan anak-anak.

 

 

Dalam materi ayah mendidik ini ada beberapa hal yang dibahas, antara lain tentang

hubungan Ayah dan anak:

  • ayah memiliki hubungan biologis
  • ayah sebagai pelindung, pengawas, pembimbing dan penyedia kebutuhan
  • ayah memegang kualitas kepercayaan dan kesetiaan.
  • peran ayah penting dalam proses pendidikan

Tanggung jawab seorang ayah:

  • memupuk kesadaran akan identitas keluarga
  • menunjukkan kasih sayang kepada istri
  • menghargai kehidupan pribadi anak
  • menepati janji
  • menerima kegagalan anak
  • motivator
  • memeluk anak
  • membangun kepercayaan di atas Firman Tuhan

Peran ayah dalam alkitab tertuang dalam :

  • ulangan 6: 4-7
  • efesus 6 : 1-4
  • kolose 3 : 21

Selain sharing tentang peran ayah dalam mendidik anak, masing-masing keluarga diberi tugas untuk mengaplikasikan waktu berkualitas ayah dengan sang buah hati.

Menjadi ayah yang bertanggung jawab tidaklah mudah, tetapi dapat dilakukan asal kita mau berusaha. Waktu tidak dapat terulang, proses mendidik anak tidak dapat ditunda. Karakter anak kita bergantung bagaimana kita memberikan waktu berkualitas dan menanamkan firman Tuhan dalam dirinya.

         

 

Share