Home   News   Wow … INAGRO seruuuuu

Wow … INAGRO seruuuuu

Hi, teman-teman! Kamis, 18 oktober 2018 adalah hari yang kami tunggu.  Hari itu kami siswa-siswi kelas IV SDK 11 PENABUR Jakarta akan mengunjungi Inagro EduFun. Field trip kali ini agak berbeda dengan biasanya, karena kami tidak sekedar jalan-jalan, ada project yang perlu kami kerjakan berkenaan dengan fieldtrip kali ini.

Para guru membekali kami dengan worksheet untuk mencatat hasil pengamatan kami baik dalam pelajaran bahasa Inggris, Science, Bahasa Indonesia, dan PPKn. Kami harus menyimak dan mencatat informasi yang diberikan oleh kakak pemandu di sana.

Perjalanan kami cukup jauh.  Setelah sekitar satu setengah jam perjalanan barulah kami tiba di Inagro. Kakak – kakak pemandu menyambut dan mengantar kami ke pendopo pertemuan yang agak jauh dari gerbang masuk. Yang unik adalah kendaraan yang kami tumpangi bukanlah mobil biasa, namun semacam odong-odong.. hahahaha.. kami sangat senang naik odong-odong. Sebagian dari teman-teman belum pernah naik odong-odong sebelumnya. Walau harus berdesak-desakan, kami sangat senang.

 

 

Sesampainya di pendopo pertemuan, kami diberi penjelasan tentang aturan dan tempat-tempat yang akan kami kunjungi. Setelah kita kita diberi minuman yang rasanya unik. Kakak pemandu meminta kami untuk menebak, minuman apa yang barusan kami minum itu. Bisa ditebak, jawaban kami meleset semua! Hahaha.. ternyata kami baru saja minum jus nanas dicampur bayam.. hmm.. rasanya benar-benar segar.

 

 

Di Inagro, kami belajar tentang tanaman hydroponic. Banyak hal baru yang kami pelajari dari tanaman hydroponic, yaitu bahwa sebenarnya menanam tanaman itu tidak perlu tanah. Selama nutrisi tanaman dapat dipenuhi, kita juga bisa menumbuhkan tanaman sayur dan buah dengan media air. Bahkan dengan model penanaman hydroponic ini tanaman dapat lebih mudah menyerap nutrisi sehingga pertumbuhan tanaman jauh lebih cepat dan baik dibanding dengan menanamnya di tanah. Ada banyak tanaman yang bisa ditanam dengan cara ini, antara lain, kangkung, caisim, bayam, tomat, cabai, slada, dll. Diakhir sesi pertama kami. Kakak pemadu membolehkan kami memanen caisim untuk dibawa pulang. Horee! Kami bisa bawa sayuran untuk mama di rumah.

Kami juga observasi di tempat penanaman tabulampot. Tabulampot kepanjangan dari Tanaman Buah dalam Pot. Jika biasanya tanaman buah mempunyai batang yang besar dan tinggi sehingga memerlukan lahan yang luas, namun ternyata tanaman buah juga bisa ditanam di dalam pot. Sehingga sangat menguntungkan bagi pecinta tanaman yang tidak mempunyai lahan yang luas. Selain itu dengan tabulampot tanaman dapat mudah dipindahkan kemana saja. Praktis bukan?

Saatnya bagi kami untuk mengunjungi tempat budidaya maggot. Sampah menjadi permasalahan di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia yang mencapai 175.000 ton per hari. Dari jumlah itu sebanyak 60% merupakan sampah organik, plastik 15%, kertas 10%, dan lain-lain 15%. Sampah organik seperti sampah rumah tangga dan makanan sisa menjadi masalah karena identik dengan bau dan kotor. Selain itu sampah mendatangkan masalah kesehatan sebagai sumber bibit penyakit.  Kini ada black soldier fly (BSF) sebagai solusi mengatasi masalah sampah dengan cepat. Black soldier fly, dengan maggot sebagai larvanya, mampu mendegradasi sampah organik dalam satu hari! Maggot memakan sampah hijauan seperti daun dan rerumputan, sisa buah dan sayuran segar, makanan sisa dari industri makanan dan restoran, limbah industri peternakan, hingga limbah industri kelapa sawit. Proses degradasi yang cepat menyebabkan sampah tidak sempat mengalami pembusukan yang menyebabkan bau. di Inagro kami belajar cara membudidayakan BSF untuk mengatasi masalah sampah, menghasilkan kompos dan pupuk cair, serta sebagai pakan ternak dan ikan hias.

Beberapa teman agak jijik melihat maggot.. hehe..

 

 

Kami juga mengunjungi laboratorium kultur jaringan. Ini adalah laboratorium Kultur jaringan komersial yang pertama di Indonesia lho teman-teman! Teknik kultur jaringan itu bisa memungkinkan kita untuk memperbanyak tumbuhan dari bagian tubuh tumbuhan apapun. Produksi bibit melalui teknik kultur jaringan menjamin kualitas dan karakter bibit sama dengan tanaman induk. Selain itu teknik kultur jaringan memungkinkan produksi bibit dalam jumlah massal dalam waktu singkat (jutaan bibit di bawah 1 tahun). Bibit asal kultur jaringan memiliki keunggulan bebas dari penyakit dan virus, pertumbuhan dan waktu pembungaan atau pembuatan seragam sehingga menghasilkan produk akhir yang seragam juga. Teknik kultur jaringan juga memungkinkan produksi tanaman langka secara massal di luar habitatnya seperti Nepenthes alias kantong semar dan anggrek hitam Borneo. Keren banget teman-teman!

 

 

 

 

Sekelumit kisah kunjungan di Inagro, Ciseeng, Bogor memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi kami.

 

 

 

 

#sekolahunggulan#sekolahfavorit#sekolahberprestasi#PENABUR#sekolahberkarakter#sekolahKristiani#pendidikan#berkualitas

 
    Calendar icon October 23, 2018 Category icon News

Share